Sepasang Kaki dan Sepatu

 

Cinta itu seperti sepasang kaki yang berjalan menuju sebuah tempat peristirahatan sambil memakai sepatu dengan ukuran yang tepat.
Kalau kamu mengenakan sepatu yang kebesaran, sepatu itu dapat terlepas dari kakimu.
Sebaliknya, kalau kamu mengenakan sepatu yang kesempitan, kakimu akan sesak dan (pada akhirnya) ingin melepaskan diri juga.
Carilah sepatu yang sesuai dengan ukuranmu.
Jangan mengenakan sepatu yang kesempitan atau kebesaran hanya semata-mata karena sepatu itu terlihat cantik dan keren di mata orang lain. Karena pada akhirnya, kaki kitalah yang menderita.

Dulu saya pernah mengenakan sepatu yang kebesaran bisa dibilang cukup lama. Sekitar seribu empat ratus enam puluh hari.
Bukan karena sepatu itu terlihat cantik, tapi karena orang-orang sekitar saya menyarankan saya mengenakan sepatu itu.
“Coba dulu aja, sepertinya kakimu cocok memakai sepatu itu,” kata mereka.
Tapi pada akhirnya, sayalah yang ingin melepaskan diri dari sepatu itu.
Sepatu yang kebesaran tetap saja akan kebesaran. Di usia yang bukan lagi masa pertumbuhan, tubuh kita tidak mungkin bertambah besar kecuali pada bagian penumpuk lemak.

Terlepas dari sepatu yang kebesaran, saya pun pernah menemukan sepatu yang kesempitan. Dan lebih lagi, sepatu bekas.
Menurut saya, sepatu ini cantik. Tapi tidak menurut orang-orang sekitar saya.
“Itu sepatu bekas. Banyak cacat di sana sini. Mendingan jangan ah. Ngga cocok,” kata mereka.
Dasar saya orang yang keras kepala, semakin ditolak malah semakin ingin memiliki, saya tetap pakai sepatu itu.
Terlepas dari banyak orang yang tidak menyukai sepatu itu, saya merasa bahagia karena bisa mengenakan sepatu pilihan saya sendiri.
Tapi seiring dengan banyaknya langkah yang kaki ini tempuh, luka-luka mulai menghampiri kaki saya.
Kaki saya seolah tidak bisa bernafas dan langkahnya pun semakin lambat.

Mungkin saya termasuk beruntung, karena ketika di pertengahan jalan, saya (kebetulan) menemukan sepatu lain yang pas di kaki.
Segera saya tanggalkan sepatu saya yang kesempitan dan memakai sepatu yang (kali ini) ukurannya sesuai.
Tidak hanya itu, orang-orang sekitar yang tadinya menolak selera sepatu saya, kali ini tidak berkomentar negatif.
Sebagian dari mereka sepatu baru saya cantik, sebagian dari mereka bilang bukan seleranya, tapi tidak jelek.

Saya hanya berharap dengan memakai sepatu ini, kaki saya dapat sampai ke tempat peristirahatan dengan segera. Karena saya sudah lelah berjalan dan ingin mengistirahatkan kaki terlebih dahulu, sebelum kembali lagi berjalan menuju tempat tujuan lain, dengan sepatu yang sama tentunya.
🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: