Archive

Monthly Archives: June 2014

d1e7f8efcf4c8ed1dc8f06c6aee7a209

Berapa kali kita menyesali keputusan di masa lampau hanya karena malas membaca?

Saya… Banyak tentunya. Salah memilih jurusan kuliah karena hanya mendengar dari omongan sana-sini (but I finished it anyway!) dan bukannya benar-benar mencari tahu, adalah salah satunya. ┬áSalah duanya, yah, memilih (mantan) pacar. Well… Haha. Dan lain-lain yang nggak perlu disebutkan di sini.

Sudah terkenal dari lama kalau budaya membaca di Indonesia memang sangat kurang. Saya sendiri, sebagai orang Indonesia, sangat merasa masih kurang membaca banyak buku. Memang, pekerjaan mengharuskan saya berkutat di depan komputer/laptop setiap hari, namun kualitas membaca yang saya habiskan saat itu bukanlah bacaan yang selalu saya inginkan, terkadang hanya karena tuntutan pekerjaan, meskipun di sela waktu saya selalu mencoba untuk menyempatkan diri membaca bacaan berkualitas.

Saya pernah dengar dari seseorang, kemungkinan orang Indonesia malas membaca karena memang budayanya dari dulu ya didongengkan oleh orang lain. Sejak kecil, kita sering mendengarkan dongeng dari orang tua, kemudian di sekolah kita cenderung untuk mendengarkan cerita para guru dan menghapal pelajaran ketimbang diajak memutar otaknya untuk melakukan riset tentang sebuah peristiwa. Jadilah kebiasaan ini mengakar, sehingga orang lebih senang mendengar cerita dari orang lain dan serta merta menganggapnya menjadi sebuah kebenaran ketimbang melakukan validasi kebenaran terlebih dahulu ke sumber-sumber yang terpercaya. Entah benar, entah tidak, tapi cukup masuk akal buat saya.

Orang yang sering dan suka membaca banyak hal dari berbagai sumber pasti tidak akan mudah terpengaruh dengan pendapat orang lain, dan memilih sesuatu hal, apapun itu, berdasarkan fakta dan kebenaran yang memang benar adanya. Memang, tidak semua yang tertulis di buku itu selalu tepat. Toh, konon isi buku Alkitab pun telah mengalami perubahan demi kepentingan banyak pihak karena ditulis dari entah tangan ke berapa. Tapi, perubahan fakta yang tersebar melalui angin tentunya bergerak lebih cepat dan lebih sulit divalidasi kebenarannya kan? Kamu memilih untuk mendengar apa, gosip atau fakta? Dan dari siapa kamu memilih untuk mendengar berita tersebut, orang awam atau memang yang ahli di bidangnya?

Jangan sampai kita menyesali keputusan apapun yang diambil di masa depan hanya karena begitu mudahnya percaya dengan perkataan orang dan malas mencari tahu, malas membaca, lalu pada akhirnya kita hanya bisa berandai-andai. Seandainya dulu… Coba saja kalau dulu…

Jangan lupa, kita dianugerahi sepasang mata untuk menjadi pemandu hati dan telinga yang buta.

“The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing.” – Albert Einstein