Archive

Monthly Archives: February 2016

  

Of all Southeast Asia countries, I guess everyone would agree when I said that Singapore had the best public transportation system. You can go anywhere safely and easily using MRT, LRT, and buses, then voila! Almost each area is reachable within walking distance. 

Whether you are a first timer or frequent visitor, the only one key to not get lost in Singapore is internet connectivity. If you have connected to the internet and still get lost, I don’t know what to recommend. 😸

There are three apps that I rely on when I visit this country:

Gothere.sg

  

You can find direction to any places in Singapore, and the app will tell you how to go there using MRT, bus, taxi, or car. Just follow the steps, it is very easy to use. I can assure you that the app is really accurate. If you can’t find the name of the venue, just type in the street name. 

  
However, recently I can no long  use the lite version and it suggests me to buy the full version. I don’t bother since I’m not staying in Singapore. But if you are planning to stay for quite a long time, the full version should be okay. It costs only IDR59,000 (about US$4) and maybe it comes with more features.

Mytransport

  
I actually prefer using Gothere.sg as it is more straightforward, but Mytransport is also great because it is very complete and informative. You can search any bus stops and find out which buses stop at which terminals (including the estimation time of arrival, and it is very accurate, by the way). You can also estimate the MRT fare and travel time.

The app comes with an internal map. So when you get on a bus, just search for the bus number and check on the map then you can see each stop as the bus moves. Cool, right? If you prefer to use buses than MRT/LRT, this app is really recommended.

Google Map

  

Well, this map is not only handy in Singapore but also other countries, for sure. You can search for any directions to anywhere in the country, but I find Google Map is sometimes not that accurate (especially when I was in Bangkok, the buses there were quite unpredictable!). 

Advertisements

  

Setelah setahun lebih berdiam di Jakarta demi mencari sesuap nasi dan seonggok berlian (well, sempat sih ke Jogja tapi cuma untuk perjalanan singkat demi melihat ART|JOG), akhirnya saya berkesempatan untuk sedikit pergi keluar Indonesia selama kurang lebih sebulan terhitung dari akhir Januari sampai akhir Februari! Exciting? Much!

Beberapa destinasi perjalanan kali ini sebenarnya bukan tempat tujuan baru, bahkan negara yang dikunjungi lebih sedikit dari yang pernah saya kunjungi di tahun 2009. 

Enam tahun lalu, saya bersama beberapa teman memulai backpacking trip selama kurang lebih dua minggu dari Jakarta – Singapura – Kuala Lumpur – Phuket – Bangkok – Siem Reap – Phnom Penh – Sihanoukville – Ho Chi Minh – Jakarta. 

Kali ini, rute backpacking trip saya sebagai berikut: Jakarta – Singapura – Kuala Lumpur – Penang – Bangkok – Chiang Mai – Bangkok – Ipoh – Singapura – Jakarta. 

Walaupun rutenya mirip, ada banyak sekali perbedaan yang saya rasakan. Pertama, tentunya di perjalanan kali ini saya pergi bersama #foreverpacar alias suami. Kedua, rencana perjalanan yang semula ingin mengunjungi Kamboja dan Vietnam batal karena kami harus pulang lebih cepat (rencana awalnya trip ini mau berlangsung selama dua bulan!), jadi kami menggantinya dengan mengunjungi Ipoh sebentar sambil jalan balik ke Singapura lalu ke Jakarta. Ketiga, ini pertama kalinya saya (dengan bantuan suami tentunya) membuat itinerary perjalanan (walaupun di tengah jalan masih tetap berubah-ubah) dan benar-benar menghitung bujet untuk pengeluaran apapun. Nasib punya suami Aries yang kelakuannya campuran Virgo, walaupun nggak terencana tetap harus terencana. Biasanya saya selalu terima jadi itinerary alias pasrah. Keempat, trip ini sebenarnya bukan hanya sekadar liburan, tapi juga riset seni-senian demi masa depan kerjaan (halah). We met a lot of great people along the way! Kelima, kami sebisa mungkin mencoba memanfaatkan transportasi publik yang ada supaya benar-benar merasakan kota dan negaranya. Kecuali terpaksa, seperti waktu di Ipoh, kami harus menggunakan Uber karena transportasi umum di sana benar-benar kacau.  

  

  
Meskipun judulnya riset berbalut liburan, layaknya turis kami tetap mengunjungi beberapa tempat wisata kok. Some were great, some were meh. But all-in-all, it was awesome! 

Buat yang lagi mikir-mikir mau jalan-jalan ke negara-negara di Asia Tenggara, semoga tulisan-tulisan saya bisa membantu nantinya. I’ll share my experiences, including how to use local public transportation, where to stay, places to visit (my posts will definitely not cover all areas but use it as your additional information), local culture, and others!

Tips:

  1. Membuat itinerary itu penting banget. Seenggak-terencananya sebuah perjalanan, akan lebih baik kalau kita bisa menentukan lebih dahulu mau pergi ke mana di tanggal berapa, menginap di mana dan berencana untuk mengunjungi apa saja. Jadi, sebenarnya yang paling baik adalah tentukan jenis perjalanannya. Apakah trip ini akan menjadi trip budaya, wisata, kuliner, seni, atau lainnya supaya kita bisa menentukan prioritas tempat yang dikunjungi berdasarkan bujet yang ada.
  2. Kalau akan mengarungi berkali-kali perjalanan darat dalam waktu lama, jangan lupa membawa buku atau buku catatan. I found e-book easier so I didn’t have to put more weight in my bag.
  3. Minum vitamin setiap hari! Ini penting banget. Waktu tahun 2009 saya sempat sakit demam dan flu karena perjalanan nggak menentu di bus dan kereta yang memakan waktu berjam-jam. Perjalanan kali ini saya bebas dari sakit flu dan demam karena selalu minum vitamin C setiap pagi, dan kadang-kadang juga minum Antangin. Kalau sudah merasa sedikit nggak enak badan, jangan ragu untuk minum obat supaya sakitnya nggak semakin panjang. Jangan lupa juga untuk membawa Counterpain (atau sejenisnya), karena yang pasti akan banyak jalan kaki.
  4. Ada orang yang lebih menyukai AirBnB daripada Agoda karena (harus diakui) AirBnB menyediakan lebih banyak penginapan dengan interior lucu-lucu. Tapi, kalau lagi last minute alias kepepet saya lebih mengandalkan Agoda karena nggak perlu menunggu lama untuk mendapatkan konfirmasi pemesanan. 
  5. Pelajari dengan baik jalur transportasi umum sebuah kota, lalu cari tempat tinggal yang nggak jauh dari jalur tersebut supaya memudahkan kita saat tiba di kota tujuan. Jadi nggak perlu lama-lama di jalan untuk sampai ke tempat menginap.