[Review] Steve Jobs – Walter Isaacson


Separuh jalan membaca buku Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson, saya sempat bertanya kepada suami,

“Steve Jobs itu mungkin semacam Tuhannya teknologi ya?”

“Bukanlah, dia itu nabi teknologi,” kata suami mantap.

Iya, sih. Mungkin istilah nabi kedengarannya lebih tepat daripada Tuhan. Saya memang agak lebay, tapi distorsi realita yang ia berikan kepada orang-orang yang bekerja dengannya luar biasa banget. Steve bisa membuat orang-orang tersebut berhasil melakukan hal-hal yang melampaui batas, membuat yang kelihatannya tidak mungkin menjadi mungkin.

Walter mengisahkan perjalanan kehidupan Steve Jobs secara kronologis, dimulai dari ketika Steve diangkat anak karena ia merupakan anak di luar nikah dan pernikahan pasangan tersebut (saat mengandung Steve) nggak disetujui oleh ayah sang perempuan yang kala itu sedang sakit kritis. Meskipun demikian, Steve tidak pernah menganggap mereka orang tua kandung tapi hanyalah “pendonor sperma dan telur”. Ia bahagia dengan orang tua yang mengasuhnya dari bayi hingga dewasa. 

Kehidupan Steve semasa kecil juga yang membuat ia menjadi seorang perfeksionis. Ayahnya mengajarkan Steve untuk memperhatikan setiap detail, bahkan yang nggak kelihatan dari mata pengunjung. Tidak heran, setiap produk Apple (bagi saya) terlihat begitu sempurna, meskipun saya tidak pernah sampai iseng membuka hingga ke bagian dalamnya. 

Selain mengisahkan tentang jatuh bangun Steve membangun Apple, mulai dari mendirikan perusahaan di garasi rumahnya hingga ia dipecat dari perusahaannya sendiri lalu masuk membantu berkembangnya Pixar Studio sampai kemudian ia diminta untuk kembali lagi ke Apple, buku ini juga mengisahkan perjalanan spiritual Steve ke India, kisah percintaannya sampai menemukan pasangan hidup Laurene Powell, juga pola makan Frutarian yang membuatnya kesulitan saat ia divonis menderita kanker.

Cerita-cerita yang diangkat di sini tidak melulu menggambarkan betapa karismatiknya Steve sebagai seorang pemimpin. Ia bukan inventor dan keahlian teknisnya nggak bisa dibandingkan dengan Wozniak, tapi ide-ide kreatif yang ia miliki membuatnya bisa menciptakan sebuah produk yang mengubah dunia. Tidak bisa dipungkiri lagi, kemampuan public speaking dan negosiasi yang dipunyai Steve melebihi rata-rata, dan itulah yang membuat ia bisa meminta orang pintar untuk mengerjakan apa yang ia inginkan. Namun, di sisi lain Steve juga manusia biasa yang punya keterbatasan dalam berinteraksi sosial. Ia bukan orang yang suka melapisi omongannya dengan kata-kata manis. Ada banyak orang yang senang bekerja dengannya, tapi tidak sedikit juga orang yang sakit hati dengan caci makinya.

Bagi saya, Walter menggambarkan Steve sebagai seorang manusia jenius yang tidak sempurna. Tapi, di balik itu semua sebenarnya ia cuma ingin yang terbaik dari apapun yang ia kerjakan. Setiap bab yang dituliskan oleh Walter bisa membawa saya seolah berada di adegan tersebut dan menyaksikan langsung dari kursi terdepan. Ada banyak banget kutipan berharga yang bisa diambil dari cerita Steve, dan tidak jarang juga bermunculan kisah yang membuat haru. 

Selesai membaca buku ini, saya sempat melihat-lihat review orang-orang lain dan mengetahui bahwa ternyata para petinggi Apple tidak menyukai buku ini karena dianggap nggak menggambarkan kepribadian Steve yang sebenarnya. Selain itu, mereka juga kecewa karena ada beberapa kesalahan seputar fakta teknologi di dalam bukunya. Tapi, sebagai pengguna produk Apple yang bukan pemerhati teknologi, saya tidak memperhatikan sama sekali kesalahan fakta teknologi yang ada dan merasa senang membaca bukunya karena tidak banyak muncul istilah teknologi yang njelimet. Saya juga ragu kalau Walter tidak menggambarkan Steve apa adanya, karena bagaimanapun ia adalah penulis yang resmi diminta oleh Steve untuk menuliskan tentang kehidupannya.

Ekspektasi saya saat membaca buku ini memang ingin melihat sisi “manusia” seorang Steve Jobs yang banyak didewakan orang, dan saya mendapatkannya di buku ini. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: