Archive

Monthly Archives: May 2017

sumber: amazon.com

Buat saya, Neil Gaiman adalah salah satu penulis yang karya-karyanya bisa membawa saya melarikan diri sejenak ke dunia lain tanpa benar-benar beranjak dari bumi yang saya pijak, dan American Gods (Dewa-dewa Amerika) adalah buku yang layak dibaca baik oleh penggemar Gaiman maupun pembaca yang baru mengenal namanya.

Buku American Gods tebal banget, dan (lagi-lagi) saya tidak menyadari betapa tebalnya buku ini karena saya membaca e-book-nya tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang buku ini. Tapi, tidak seperti waktu membaca 1Q84, membaca American Gods tidak membuat saya kelelahan dan saya bisa melahapnya dengan cukup cepat (for a slow reader!).

American Gods berkisah tentang Shadow Moon, seorang tahanan yang, setelah menjalani hukumannya di penjara dengan sabar selama tiga tahun, akhirnya bisa bebas dan kembali ke kehidupan normalnya bersama istri tercinta, Laura Moon. Sayangnya, beberapa hari sebelum Shadow bebas ia mendapatkan kabar kalau Laura dan sahabat Shadow meninggal dalam kecelakaan mobil. Merasa kehilangan arah karena awalnya ia berencana untuk bekerja di tempat sahabatnya yang juga meninggal dan kini ia tidak mempunyai uang sepeser pun, Shadow dengan berat hati menerima pekerjaan sebagai supir dan bodyguard seorang pria misterius bernama Mr Wednesday yang ia temui di pesawat saat perjalanan pulang untuk datang ke pemakaman istrinya.

Perjalanannya bersama Mr Wednesday membawa Shadow pada perjumpaan-perjumpaan dengan tokoh-tokoh yang ternyata berkaitan dengan takdir Shadow sendiri. Ia menemukan misteri masa lalu yang sebelumnya tidak ia ketahui, dan mendapati dirinya berada di tengah peperangan antara dewa-dewa lama dan dewa-dewa baru. Dewa-dewa lama adalah mereka yang dipuja-puja oleh para pendatang yang kini menduduki tanah Amerika, mereka yang dulu berkuasa karena disembah sedemikian rupa melalui beragam persembahan dalam bentuk doa-doa, kurban, darah, seks, dan lain sebagainya, namun kini popularitasnya menurun dan kemampuannya melemah karena persembahan itu tidak lagi diberikan untuk dewa-dewa lama, melainkan dewa-dewa baru dalam bentuk teknologi modern seperti televisi, smartphone, komputer, dan masih banyak lagi.

Ada banyak twist di dalam American Gods dan ending-nya juga buat saya tidak terduga. Gaiman menceritakan kisah di buku ini dengan plot maju, dan menyelipkan flashback tentang pemujaan dewa-dewa lampau di bab-bab tertentu, yang tentu saja mengungkapkan seberapa besar kuasa para dewa ini sebelum akhirnya diambil alih oleh dewa-dewa baru.

Tapi, apakah benar dewa-dewa lama memang bisa tergantikan oleh dewa-dewa baru? Lalu apa kaitannya Shadow sebagai tokoh sentral di antara peperangan para dewa ini? Saya sangat terkagum-kagum dengan referensi Gaiman dalam membuat cerita ini dan kepiawaiannya memaparkan cerita yang begitu rumit dan penokohan yang sangat banyak namun tetap bisa dinikmati dan mengalir hingga ke akhir cerita yang sempurna. Rasanya tidak ada tokoh yang sia-sia dalam cerita ini, semua mempunyai peranannya masing-masing.

Saya juga senang saat mengetahui buku ini diadaptasi ke dalam serial TV. Mudah-mudahan bisa divisualisasikan seindah bukunya!

 Kesimpulan: wajib dibaca dan dikoleksi!