In Between Traveling and Vacation

Setelah puasa melayangkan kaki dari Jakarta selama beberapa bulan (6 bulan tepatnya, dan dinas luar kota nggak dihitung ya!), akhirnya saya berkesempatan untuk pergi sejenak dari kota yang sangat padat ini menuju Pulau Bali. Berbeda dari kegiatan jalan-jalan sebelumnya, di mana biasanya saya pergi hanya bersama suami, atau seenggaknya bersama tambahan 1-2 orang teman saja, kali ini saya pergi bersembilan! Bisa dibayangkan kan betapa sulitnya menyatukan sembilan pemikiran untuk membuat satu keputusan?

Yang biasanya terlintas di benak saya saat akan pergi jalan-jalan (walaupun agenda utama kali ini adalah menghadiri pernikahan teman) adalah jarang berada di hotel alias seharian mengunjungi tempat-tempat baru, menjelajah sisi-sisi wilayah yang belum pernah saya injak, dan mendapatkan pengetahuan baru tentang masyarakat atau budaya setempat. Umumnya selalu seperti itu. Tapi, kali ini ternyata cukup berbeda.

2018-05-14 10-315154131..jpg
Villa Ava 2
2018-05-14 10835454151..jpg
Villa Ava 2

Kalau selama ini saya dan suami memilih untuk menginap di hotel dengan harga terjangkau dan menyimpan bujet lebih besar untuk segudang aktivitas lokal di sebuah tempat, kali ini kami, bersama-sama dengan tujuh teman lainnya, menginap di sebuah villa cukup mewah di daerah Umalas. Sebelum berangkat, premis utamanya memang sudah ditetapkan sebelumnya: ingin bersantai. Jadi, sebagian besar waktu kami dihabiskan di dalam villa untuk mengobrol, berenang, dan minum-minum santai menghabiskan waktu. Ada sesekali waktu kami pergi ke luar villa hanya untuk makan, pergi ke cafe atau bar, dan menikmati pantai. Pernah juga sekali waktu saya dan suami akhirnya menyempatkan diri untuk mampir ke Sunday Market di Samadi Bali di daerah Canggu untuk melihat-lihat ada keriaan apa di sana.

2018-05-17 10-1029657392..jpg
Penjual buah di Samadi Sunday Market
2018-05-17 10-2039051689..jpg
Tomato Tapenade ini enak banget guys!
2018-05-17 10-885041646..jpg
Kucing nyolong ikan. Duh!

Saya sudah hampir lupa dengan gaya berlibur semacam ini hingga suami saya yang awalnya sama canggungnya dengan saya mengatakan, “Mungkin ini yang dimaksud dengan perbedaan antara travelling dan vacation.” Entah siapa yang pertama kali mencetuskan perbedaannya (yang pasti bukan Rangga-nya Ada Apa Dengan Cinta 2 dong ya?), tapi saya setuju. Dari berbagai sumber yang saya baca, dan setelah mencoba berpikir dalam-dalam, meskipun traveling dan vacation sama-sama berarti mengambil “istirahat sejenak” dari rutinitas sehari-hari, yang bermakna dari traveling adalah perjalanan dan pengalaman berbeda yang nggak didapat di tempat kita berasal, sementara makna dari vacation adalah mengambil waktu santai jauh dari realitas hidup di mana kita bisa menenangkan pikiran dan melupakan sebentar keburu-buruan yang terjadi dalam keseharian.

2018-05-17 10-778372551..jpg
Rekomendasi dari teman di dunia kopi, lokasinya di dekat villa dan memang enak!

Nggak ada yang lebih baik dan lebih buruk dari traveling maupun vacation. Saat traveling, hati saya terasa penuh (dalam konteks positif) karena selalu mendapatkan pengalaman baru, entah itu dari hasil berinteraksi dengan masyarakat setempat, mencicipi makanan khas daerah itu, mempelajari budaya lokal di tempat tersebut, mencoba transportasi umum yang terdapat di sana, ataupun mengunjungi tempat wisata, tempat budaya, dan acara menarik yang ada. Kegiatan ini nggak selalu menawarkan kemewahan dan kemudahan, tapi justru itu menjadi tantangan yang menyenangkan. Ketika pulang, tentu saja ada rasa lelah akibat mendapatkan informasi yang sangat banyak, tapi bahagia karena mendapatkan pengetahuan baru. Saat vacation, saya merasa rileks dan tenang karena nggak diburu-buru untuk melakukan satu hal ataupun memperoleh sesuatu. Ketika pulang pun saya nggak merasa lelah, karena ketika vacation itulah saya sebenarnya sedang beristirahat dan mengambil waktu untuk memanjakan diri sendiri.

2018-05-14 102020267783..jpg
Pantai Batu Belig
2018-05-14 102053485564..jpg
Pantai Batu Belig

Karena sudah lama sekali nggak melakukannya, awalnya saya agak kurang sreg dengan liburan bergaya “vacation“. Saya sempat berpikir, untuk apa pergi jauh-jauh kalau hanya ingin bersantai dan nggak mendapatkan hal baru dari tempat tersebut? Tapi, ternyata saya tetap mendapatkan hal baru kok. Merilekskan diri di luar tempat yang sering kita kunjungi bisa membuat pikiran jadi lebih santai, walaupun sepertinya jangan lama-lama ya karena bisa membuat diri jadi semakin malas untuk kembali ke kenyataan hidup.

Jadi, yang berbeda dari traveling dan vacation adalah pengalaman apa yang akan diperoleh sesudahnya. Mau traveling atau vacation itu sebenarnya semua balik ke kebutuhan kita masing-masing. Mana yang lebih kamu perlukan saat ini?

PS: Sekadar info, padanan kata traveling dan vacation dalam Bahasa Indonesia adalah “wisata” dan “berlibur”, tapi sepertinya dalam sebagian besar penggunaannya kedua kata ini masih dipakai berbarengan tanpa ada perbedaan makna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s